Dekorasi pernikahan tidak dimulai dari palet warna saja, melainkan dari venue, cahaya, dan alur acara. Dahulukan pintu masuk, akad atau pelaminan, meja, dan lantai dansa: di sanalah tamu berkumpul dan memotret. Satukan empat adegan ini sebelum menghias setiap sudut.
Mulai dari venue dan cahaya asli
Bunga yang sama terlihat berbeda di taman terang dan ballroom berdinding gelap. Kunjungi venue pada jam acara dan perhatikan plafon, lantai, kursi, serta lampu malam. Tema harus bekerja bersama ruang; warna sederhana dan cahaya yang baik sering lebih kuat daripada perubahan yang dipaksakan.
- Pintu masuk memberi kesan pertama.
- Akad atau pelaminan menjadi latar utama album.
- Meja tamu terlihat pada setiap foto duduk.
- Lantai dansa menjadi adegan paling ramai di malam hari.
Membagi anggaran dekorasi
Minta bunga, lilin, furnitur sewa, pemasangan, pembongkaran, dan pengiriman ditulis terpisah. Rangkaian tinggi bisa menghalangi percakapan dan foto; pilih yang rendah atau benar-benar tinggi di kaki ramping. Catat posnya di kalkulator anggaran pernikahan.
Dekorasi yang baik bukan kumpulan benda mahal; ia membuat pengantin, tamu, dan foto terasa berada dalam satu suasana.
Uji dekorasi dengan ponsel
Sebelum menyetujui, ambil foto dari tinggi meja. Permukaan mengilap memantul saat flash, lilin kecil hilang di ruangan besar, dan QR di sudut gelap sulit dipindai. Untuk mengumpulkan foto spontan tamu, buat acara gratis dan letakkan QR di pintu masuk serta meja.
Kesimpulan
Selesaikan dulu empat adegan yang akan tampak dalam foto dengan cahaya nyata dan karakter venue. Detail kecil akan menyusul dengan lebih masuk akal dan lebih hemat.
